Pelukis yang handal itu bisa melukiskan kekosongan sekalipun, anggap kanvas itu langit sepertinya langit itu kosong km harus percaya itu.
tapi kita tahu bahwa langit itu tidak kosong dia hanya tertutup oleh awan, bergerak dan mulailah menyibak awan itu secara perlahan. Dan isi dengan ...
Penamu
Birunya langit
Sabtu, 23 Juli 2016
Dalam penantian
Selasa, 19 Juli 2016
Awal madu yang terasa, manis dan nikmat
Racun terasa ketika semua berlalu
Waktu yang begitu lama membunuh
Fikiran serta hati yang membusuk
Dia...makhluk indah yang meracuni
Dia...ramuan pemati rasa
Dia...waktu yang terus memotong
Dia...sesuatu yang haram untuk dinikmati
Kembali, madu disuguhkan
Masihkan akan terasa madu
Atau racun yang semakin membunuh
Buliran kenikmatan, senyuman, sapaan dan segala hal yang terus diberikan
Haram...serta beracun
Kirim...kirim..kirimkanlah penyelamat.
Penyelamat dari segala nista dan kegelapan.
Kapan..kapan..kapan
Pedang berupa wakty terus menyayat nyayat tanpa ampun.
Membunuh setiap buliran keyakinan yang semakin menipis.
Ampuni...ampuni..ampuni..ketika raga tak mampu menahan tetesan madu hina yang menyegarkan raga.
#16-07-19
#kamarDesa
Sebuah pemberhentian
Jumat, 15 Juli 2016
Satu bagian dari ku terkadang bersorak
Satu bagian lainnya diam tak terkoyak
Menikmati sesak yang membunuh
Terpaku akan sepi yang membiru
Disatu sisi, aku mencoba memahami
Disatu sisi, aku mencoba acuh tak peduli
Apa, apa, dan apa
Tanya yang selalu mengiang dikepala
Tak tau, kapan semua ini akan menemui pemberhentian yang dinanti...
Biar sang pedang yang terus mengoyak tanpa ampun dan kasihan.