Dalam penantian

Selasa, 19 Juli 2016

Awal madu yang terasa, manis dan nikmat
Racun terasa ketika semua berlalu
Waktu yang begitu lama membunuh
Fikiran serta hati yang membusuk

Dia...makhluk indah yang meracuni
Dia...ramuan pemati rasa
Dia...waktu yang terus memotong
Dia...sesuatu yang haram untuk dinikmati

Kembali, madu disuguhkan
Masihkan akan terasa madu
Atau racun yang semakin membunuh

Buliran kenikmatan, senyuman, sapaan dan segala hal yang terus diberikan
Haram...serta beracun

Kirim...kirim..kirimkanlah penyelamat.
Penyelamat dari segala nista dan kegelapan.
Kapan..kapan..kapan

Pedang berupa wakty terus menyayat nyayat tanpa ampun.
Membunuh setiap buliran keyakinan yang semakin menipis.

Ampuni...ampuni..ampuni..ketika raga tak mampu menahan tetesan madu hina yang menyegarkan raga.

#16-07-19
#kamarDesa

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Saya insan awam yang mencoba mengasah keterampilan menulis dan bersastra lewat sebuah blog yang sudah tersedia secara gratis ini...silahkan kirim saran anda tanpa menggunakan kata-kata kasar, sara, pornografi. segala saran saya terima, karena tiada kesempurnaan dari semua makhluk di Dunia ini kecuali sang Pencipta Nya
Diberdayakan oleh Blogger.