Satu bagian dari ku terkadang bersorak
Satu bagian lainnya diam tak terkoyak
Menikmati sesak yang membunuh
Terpaku akan sepi yang membiru
Disatu sisi, aku mencoba memahami
Disatu sisi, aku mencoba acuh tak peduli
Apa, apa, dan apa
Tanya yang selalu mengiang dikepala
Tak tau, kapan semua ini akan menemui pemberhentian yang dinanti...
Biar sang pedang yang terus mengoyak tanpa ampun dan kasihan.
0 komentar:
Posting Komentar